BERITA

Showing 1- 5 of 5 results

Woman Movement Day di DeMata DeArca D’Walik Museum : Inspiratif dan Berkarya

21 April 2018, menjadi hari yang spesial bagi para pengunjung wanita yang datang ke Museum De Mata. Free tiket ke semua wahana dan souvenir cantik menjadi special treatment bagi wanita yang memakai kebaya. Antusiasme pengunjung sudah terasa sejak event berlangsung mulai dari pukul 10 pagi hingga 12 siang.

“Saat event Woman Movement Day di mulai, pengunjung terus berdatangan untuk menikmati pengalaman langka ini”, tutur Eta, Marketing Museum De Mata. Eta juga mengatakan bahwa rata-rata pengunjung mengetahui penawaran menarik ini melalui media sosial, seperti official account Instagram Museum De Mata, Yogya Istimewa, dan Pesona Jogja.

Salah satu pengunjung, Yunita, mengaku senang dan sangat mengapresiasi program ini. “Event sangat bagus, jadi wanita-wanita merasa sangat spesial saat hari Kartini, kalau bisa di adakan terus tiap tahun. Good job untuk Museum De Mata, pertahankan terus”, tuturnya.

Melihat banyaknya minat pengunjung terhadap acara ini, Museum De Mata, tahun depan akan membuat event yang lebih keren dengan hadiah yang lebih wow untuk para kartini jaman now. Jadi pantau selalu dan tunggu kesempatan menarik lainnya.

 

Informasi : Eta Margareta (Marketing Museum De MATA De ARCA D’Walik Yogyakarta) 0822 2777 4493- [email protected]


Read More..

De Mata Museum Siapkan Konsep yang Jogja Banget

De MATA Trick Eye Museum Jogja Banget Lho..

Menyambut libur Lebaran tahun 2018, De Mata Trick Eye Museum sudah menampilkan 20-an gambar baru yang siap memanjakan pengunjung di Wahana De MATA 1 dan De MATA 2. Mengusung tema yang “Jogja banget”, De Mata Trick Eye Museum akan mengajak pengunjung menikmati asiknya ber-selfie ria dan mengenal lebih banyak tentang tradisi dan budaya di Yogyakarta. Tidak berbeda dari sebelumnya, konsep gambar 3D tentu saja dibuat fun dan atraktif untuk membuat pengunjung dapat merasakan sensasi bersepeda dengan Gatot Kaca, mengusung Gunungan di depan Kraton, atau bahkan berjualan gudeg. Dan masih banyak lagi gambar baru yang “ Jogja Banget “.

Selama bulan Ramadhan, jam operasional De MATA De ARCA D’WALIK Museum akan mengalami sedikit perubahan. Di bulan puasa kali ini kami buka dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam.

Hari Raya Idul Fitri tanggal 15 Mei 2018 , De MATA De ARCA D’WALIK Museum buka mulai jam 1 siang sampai jam 10 malam. Tanggal 16 Mei 2018 dan seterusnya kembali normal dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. ” Ujar Warli, Marketing De MATA Museum.


Read More..

Merdeka di De Mata

17 Agustus merupakan tanggal paling bersejarah di Negara Indonesia. Tanggal dimana Bung Karno dan para Pejuang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Hari kemerdekaan ini selalu diperingati dengan berbagai macam perlombaan dan pesta rakyat sejak tahun 1950. Kenapa bukan sejak 1945? Jawabannya adalah sebelum tahun 1950, peringatan hari Kemerdekaan hanya dilakukan secara formal karena situasi Negara saat itu masih ruwet dengan berbagai problematika Negara baru.

Untuk tanggal 17 Agustus 2018 ini, dalam rangka memperingati hari jadi NKRI yang ke - 73, Museum De Mata akan menggratiskan tiket masuk untuk 73 pengunjung pertama dari pukul 10.00 sampai 12.00 dan dilanjutkan dengan promo tiket Terusan dari harga normal Rp 140.000,- menjadi Rp 73.000,- saja untuk jam 12.00 sampai 17.00. Diharapkan dengan adanya Promo Merdeka Di De Mata, peringatan HUT RI ke – 73 menjadi semakin semarak dan meriah. Untuk mendapat penawaran ini, pengujung tidak perlu syarat apapun, cukup datang saja di awal buka supaya dapet tiket gratisnya. ujar Endi (Marketing De Mata De Arca D’Walik Museum).


Read More..

Berbagi Kasih di Museum De MATA, De ARCA & D’WALIK

13 Oktober 2017

Bekerjasama dengan FKKADK (Forum Komunikasi Keluarga Anak dengan Kecacatannya) dan Dinas Sosial, rombongan anak-anak berkebutuhan khusus datang ke Museum De MATA - De ARCA – D’WALIK Yogyakarta pada Jumat, 13 Oktober 2017. Acara yang bertajuk “We Care, We Share” ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Museum De MATA - De ARCA – D’WALIK Yogyakarta terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Yogyakarta.

Senyum dan tawa terpancar dari wajah setiap anak-anak yang datang. Sejak pukul 09.00 WIB, anak-anak sudah berkumpul dan berkeliling di Museum ini. Keterbatasan yang dimiliki tidak menghalangi anak-anak ini berekspresi dalam berfoto. Ekpresi yang terlihat dari anak-anak ini menunjukkan betapa anak-anak menikmati wahana di Museum ini.

Thea, Marketing De MATA – De ARCA – D’WALIK Museum mengatakan, “Kami selalu bersyukur dapat berbagi dengan anak-anak berkebutuhan khusus ini. Melihat mereka datang dan bisa menikmati bermain di Wahana kami sudah menjadi suatu kebahagian bagi kami.”

Sependapat dengan beliau, Titik, salah satu Aktivis sekaligus Koordinator FKKADK mengungkapkan, “Acara ini diadakan dengan tujuan memberikan pengalaman baru bagi anak-anak dengan berkebutuhan khusus. Kekurangan yang mungkin terlihat diluar tidak boleh membatasi anak-anak ini untuk membaur dengan sesamanya.”.

Suwardi Slamet, orangtua dari Dewi, salah satu anak dengan berkebutuhan khusus mengungkapkan kebahagiannya melihat putrinya bisa berfoto dan berekspresi di De MATA – De ARCA – D’WALIK. Jika selama ini Dewi dikenal sebagai anak yang sulit berinteraksi dengan lingkungan baru, di De ARCA, Dewi langsung berlari menghampiri patung Lady Diana yang kebetulan memakai baju merah, sama dengan baju yang ia gunakan saat itu dan meminta difotokan.


Read More..

Sinar Melati Goes to Museum De MATA, De ARCA & D’WALIK

Minggu, 15 Oktober 2017, The Alana Hotel & Convention Yogyakarta mengajak anak-anak dari Panti Asuhan Sinar Melati bermain ke Museum De MATA, De ARCA, D’WALIK. Kegiatan yang bertajuk “Berbagi Kebahagiaan Bersama Panti Asuhan Sinar Melati” ini merupakan salah satu CSR (Corporate Social Responsibility) yang diadakan oleh The Alana Hotel & Convention Yogyakarta.

Sejak menginjakkan kaki di Museum De MATA, De ARCA, D’WALIK, tawa kebahagiaan terpancar dari para anak-anak yang datang.


Read More..